• 10

    Oct

    Butiran Cinta untuk PLN

    PLN adalah partner utama usaha yang telah kami rintis sejak 3 tahun yang lalu. Jika tak ada listrik, usaha ini sangat sulit dijalankan, bahkan hampir mustahil. Selain berpartner dengan PLN, tentu saja masih ada pihak lain yang  juga mendukung kelangsungan usaha kami. Sebagai partner utama, tentu saja kami harus saling mendukung, walaupun dalam posisi kami ini, belum tentu PLN mengenal kami sebagaimana kami yang merasa sangat mengenal PLN luar dalam. Sebelum berbicara tentang hal-hal yang kami keluhkan akan PLN selama ini, sepatutnya kami sampaikan dulu hal-hal baik yang telah dicapai PLN dalam melayani pelanggannya. Bagaimanapun juga, sepatutnya kami bersikap adil, apalagi dalam setiap aspek, sejatinya memang akan ada 2 sisi, yaitu sisi positif dan negatif. Harapan kami, PLN nan
  • 5

    Oct

    Cara Mencegah dan Menanggulangi Tawuran

    Setelah tulisan saya tentang tawuran warga setahun yang lalu, sebetulnya tawuran masih kerap terjadi. Dan tawuran bukanlah sesuatu hal yang baru bagi saya, sejak masih seragam abu-abu sudah sering lihat yang tawuran. Kadang yang tawuran anak muda pengangguran, kadang anak sekolah. Tawuran adalah kegiatan yang dilakukan secara berkelompok dengan alasan yang seringkali sangat sepele. Jarang sekali mendengar alasan sekelompok orang tawuran karena satu masalah yang besar. Saya meyakini hal ini karena 3 adik laki-laki yang kami tumbuh bersama, dan saya sering mendengar cerita langsung dari mereka bagaimana teman-teman mereka tawuran sepulang sekolah. Menurut adik saya, pada dasarnya, mereka yang lebih suka menghabiskan waktu di luar rumah itu, karena tidak bahagia di dalam rumah. Khusus adi
  • 16

    Jun

    Atheis dan Koruptor

    Beberapa tahun yang lalu, ada seorang supplier warga Singapura yang mengadakan kunjungan bisnis ke Jakarta. Sebagai sekretaris sekaligus penterjemah bagi seorang bos yang fakir bahasa Inggris jadilah saya ditenteng setiap waktu, selama kunjungannya di Jakarta. Fiuhhh …! Dan dalam satu percakapan kami di tengah kemacetan kota Jakarta, tercetus satu kalimat yang benar-benari bagai petir di siang bolong. Udara dingin AC di dalam mobil tidak membuat percakapan kami menjadi lebih adem. “Saya tidak percaya adanya Tuhan. Semua yang saya peroleh hari ini adalah semata-mata karena kemampuan dan kerja keras saya. Hanya saya. Tak ada yang lain.” sebagai manusia yang sudah beragama, saya dan si bos pun terhenyak dong. Tentang atheis bukanlah hal baru buat saya, tetapi bertemu langsu
  • 15

    Jun

    Rejekiku, Rejekimu

    Niat yang lurus, Giat bekerja, Berdoa! Inilah TIGA KUNCI sebuah kesuksesan (Pakde Cholik) Rejekiku, rejekimu! Tak akan tertukar, walau apapun yang terjadi. Tentang ketentuan rejeki ini adalah sesuatu yang pasti, sepasti hasil perkalian 2×2 ya selamanya akan 4. Dalam perjalanan hidup saya, sudah banyak sekali bukti yang ditunjukkan Tuhan secara jelas betapa rejeki setiap orang itu memang sudah jelas takarannya. Jelas banget! Tak lagi dapat saya memungkirinya, selain mensyukuri, itu tentu lebih baik. Apalagi dengan segala kemudahan yang saya rasakan, sejak pertama kali menapakkan kaki di dunia kerja, TIGA KUNCI di atas sepenuhnya sudah saya lakoni dengan kesungguhan hati. Jika niat sudah lurus, giat pula, dan tak lupa berdoa, insya Allah! Apapun hasilnya, kita bisa menerimanya
  • 22

    Feb

    Cinta Itu Bebas dan Bertanggung-jawab

    Mau tahu bagaimana rasanya cinta? Hmm … kalau kata Eyang Titik Puspa cinta itu berjuta rasanya. Dan sepertinya sih memang begitu, menurutku lho. Tapi kalau ditelisik lagi, yang berjuta rasanya itu ya seperti apa? Yang bisa saya AKUI adalah bahwa cinta itu rasanya gak malu kalau kelihatan jelek. Coba deh, kalau kamu baru suka sama seseorang, pasti setiap mau ketemu ndadak dandan dulu, pilih pakaian yang pantas, pokoknya melakukan segala hal agar terlihat cantik dan ganteng. Sebaliknya jika CINTA sudah berkuasa dalam diri seseorang, maka ketek bau pun tak masalah, apalagi kentut? Hehehe … malah jadi dagelan tuh. Jadi gamblangnya buatku CINTA itu rasanya BEBAS dan BERTANGGUNG JAWAB. BEBAS mau ngapain pun, tak ada perasaan kuatir akan dicela atau tidak dihargai. termasuk tida
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post