Keluh Kesah

25 Sep 2013

Sepanjang waktu mbaca isinya keluhan SEPI, SEPI dan SEPI. Untung cuma rajin mantau 1 grup saja. Gak kebayang kalau bergabung di banyak grup, bisa-bisa terkena galau juga saya. Padahal saya juga punya kegalauan tersendiri, yang selalunya malu untuk dijadikan konsumsi publik. Bukan sekali dua sudah menuliskan panjang lebar sesuatu yang personal, tapi selalu saja gagal tayang, karena nurani mengusik. Saya bersyukur, karena ternyata self-control internal begitu kuat alarmnya, sehingga belum aja kebablasan.

Di lain sisi, ada ketakutan juga, jika saya menghakimi kawan-kawan seprofesi itu, janganlah saya kena tulah nanti. Sehingga alih-alih menghujat, saya memilih mendoakan mereka agar dilancarkan jalannya menjemput rizki yang telah Allah atur bagi setiap hambaNya. *ketok2 dinding yang kuat*

Apakah saya hidup tanpa keluhan? BOHONG b esar jika saya berkata YA. Barusan saja saya sudah muring-muring, gara-gara sedang muncul ide menulis eh blogdetiknya error huh! Lenyap deh. Bukan ini yang tadi saya mau tulis, tapi ya karena dashboard sudah terpampang didepan mata, manfaatkanlah, selagi hasrat itu masih tersisa.

Kemarin saya nyoba bikin KERIPIK SINGKONG. Tapi GAGAL! Karena gak punya cetakan :( Mau minta tolong suami belikan, takut salah beli, daripada ntar muring-muring, mending tahan diri. Saya coba iris manual, ya ampuuun… telapak telunjukku sampai mengelupas hiks .. Akhirnya sisa singkong masuk freezer lagi, rencananya mau saya rebus saja nanti, sampai saya punya waktu beli alat pengiris singkong. Terus yang sudah diiris-iris diapain? Dibuang? Gak mungkin dong :D Tetap saya goreng, cuma yaaa gitu deh, hasilnya gak memuaskan, boro-boro mau fotoin, cepat-cepat saja ditandaskan agar tak ada jejaknya hahaha … Masih punya stok UBi, mau nyoba tar bikin stok keripik ubi balado, kira-kira berhasil gak yah hehehe

Oiya, saya ini sedang menjalani pola hidup yang tak lazim. Apalagi jika dibandingkan dengan kehidupan semasa gadis dulu. Sejak kompor dipindah ke lantai atas, sejak saya bisa melakukan segala aktivitas di 1 lantai saja, saya jadi betah dan MALAS beranjak, bahkan sekedar turun ke lantai 1 saja MALAS!!! Keren gak tuh? Ini sebetulnya mirip-mirip di penjara, cuma bedanya, ada koneksi internet yang badai, yang bikin saya betah yutuban nonton chef kondang dan amatiran praktek macam-macam masakan. Keadaan ini sudah berlangsung lebih 1 bulan ini. Ingetnya sih,s etelah Lebaran, jadi anteng di rumah. Paling kalau pun keluar ya menemani keponakan yang rikwes makan di luar. Satu dua kali pergi juga sih ke mal, biasa deh, bukan untuk kegiatan cuci mata lho, tapi itu tuh … bioskop kesayangan manggil-manggil hahaha

Ada bagusnya sebetulnya saya bisa anteng di rumah, selain otak saya lebih banyak bekerja, sekaligus menghemat pengeluaran. Dikatakan menghemat sebetulnya gak gitu-gitu amat juga sih, lha wong gak belanja sendiri, tapi daftar belanja yang diserahkan ke suami panjang aja hahaha … Percaya gak, klo sekarang saya punya stok bermacam-macam tepung hahaha … Itupun rasanya masih ada yang belum dibelikan. Lagaknya kayak yang udah beneran mau jadi masterchef aja ini mah hahaha … Moga-moga saja, ini bukanlah tindakan impulsif, berharap bisa konsisten untuk fokus pada hal masak memasak ini. Doakan yaaaa

Wew … ! Sudah melebar dan meninggi ternyata tulisannya, back to subject deh. Ya, buat yang senang berkeluh kesah, entah sengaja atau tidak, gimana kalau mengubah jenis keluh kesahnya? Dari yang negatif menjadi positif? Agar aura yang menguar positif juga gitu lhooo … hehehe …

PS : Hari begitu cepat berlalu yah, tau-tau 5 hari lagi bulan Oktober akan dijelang. Padahal rasanya baru kemarin mengawali September. Dan jika hanya kita habiskan untuk berkeluh kesah, betapa eman-emannya yaaa :D


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post