Semakin Berat Menahan Rasa

24 Sep 2013

Sudah lamaaaaaaaaaa punya impian, punya tempat usaha di jurusan kulineria. Eh … ? Pasti langsung berpikir, emangnyamasakan lu enak bin lezattosss apaaaaa??? Hehehe … buat saya, makanan yang terlahir dari tangan saya, pasti dan harus enak bin lezattoss hahaha … bagi siapa yang berani bilang tidak, siap-siap saja saya jejali makanan itu berulang kali sampai bilang enak hahahaha … no no … just kidding.

Pertama kali mencoba mengawali impian ini adalah tahun 2009. Menyewa ruko 2 lantai, konsep yang ingin kuterapkan adalah KAFE BUKU + INTERNET. Lantai 2 untuk internet, lantai 1 untuk kafe buku. Masih ingat aku habis 10juta untuk beli buku doang, tapi dunia perkulinerian memang kejam. Kafe Bukunya tidak terlalu dilirik. Hanya sesekali orang mau membaca buku di situ. Kalaupun kafenya ramai, tetap saja yang membaca buku terhitung dengan jari. Setelah saya pikir-pikir, saat itu saya terlalu cepat menyerah. Hanya 9 bulan, semua saya berangus dan beralih ke internet thok! Dan alhamdulillah, semakin hari semakin maju. Setidaknya, menutupi kekeliruan saya tentang Kafe Buku, pada satu unit usaha ini bisa berkembang sampai sekarang.

Dan sejak tahun kemarin, impian itu mak metungul gitu aja. Membuat tidur malamku menjadi tak nyenyak. Memenuhi otakku dengan ide ini dan itu. Terlebih ketika mengetahui rumah sepupu yang letaknya persis di tepi jalan, yang diapit 1 pertigaan 1 perempatan, dilintasi angkot 2 arah, dan hampir dipastikan selalu macet kala sore sampai malam, virus itu semakin merajalela. Konsep demi konsep bersliweran.

Sempat terpikir membuka rumah makan bakar-bakaran. Ya nasi bakar, ayam bakar, ikan bakar … pokoknya serba bakar-bakaran. Tapi berpikir lagi, kalau seperti itu, mesti ada dapur kotor, dapur bersih. Belanja ikannya pun pasti repot sekali. Sedangkan yang diandalkan cuma 1 suami. Yah, bisa saja sih, ambil karyawan, tapi urusan belanja-belanja di awal-awal ini pastilah harus dikerjakan sendiri. Masak saya harus berpoliandri? Masing-masing 1 suami untuk masing-masing unit usaha? Hahahaha … gila!

Terakhir baru-baru ini, semakin terdorong memikirkan adik ipar yang sudah menjanda dan menganggur sejak di PHK tahun lalu, semakin berat menahan rasa. Apa konsep yang baru, yang sekiranya ditinggal nanti adik ipar bisa kerjakan sendiri?

Terpikirlah menghadirkan DAPUR GOOGLE. Kenapa DAPUR GOOGLE? :D Ya, karena saya selalu mengacu ke google, setiap butuh resep apapun. Sebetulnya besar juga andil YOUTUBE, tapi kok rasanya lebih sreg pakai nama GOOGLE ya hehehe … begitulah sodara-sodara dan para handai taulan dunia blogger; semakin hari makin matang saja perencanaan itu. Entah kenapa, rasaku selalu saja positif. Tidak sedikitpun terpikir, gimana kalau tidak ramai? Hehehe semoga saja hasilnya pun positiflah nanti. Setidaknya, sebagai manusia saya sedang menjalani fitrah sebagai manusia, dan menyerahkan hasilnya pada Tuhan. Saya yakin, dalam setiap kesungguhan, pasti akan mendapat berkatNya, dalam beragam bentuk.

Terus, nanti andalan menunya DeGe, apa yaaa kira-kira? Sekarang ini sudah mantab di hati, mau menghadirkan mie ayam yang disajikan di dalam kerupuk mangkok. Semuanya handmade lho. Mulai dari kerupuk mangkok juga mie. Kok mau repot bikin mie sendiri? Bukannya beli lebih mudah lagi murah? Iya sih, tapi mencoba menjaga kualitas saja. Mencoba menghadirkan DeGe dengan menu-menu sehat, sedapat mungkin. Selain itu, tentu saja ada menu-menu tambahan yang diusahakan ada menu andalan di masing-masing harinya.

Sudah juga memasukkan dalam perencanaan, kembali menggelar buku-buku yang masih disimpan rapi. Walaupun jumlahnya sudah menyusut, setidaknya masih ada. Saatnya hunting novel-novel bekas tapimasih baru hehehe .. Selain itu, tentu saja agar afdol DeGe harus dilengkapi dengan koneksi wifi yang joss gandos gandosss … ‘Kan bisa jadi pemasukan tambahan juga :v

Well, sekarang dalam tahap berlatih mencipta rasa, sambil menunggu tukang datang, yang semoga bulan depan tidak lagi ingkar janji. Kehadiran tukang ini penting untuk menghadirkan bangku meja yang murah tapi berkualitas. Sempat sih googling meja kursi bekas restoran, tapi kok rata-rata sudah terjual ya.

Sekarang berpacu dengan waktu, impian ini harus segera diwujudkan, agar nyenyak tidur malamku. Agar tidak penuh lagi otakku dengan konsep ini itu. Mohon doanya ya temans :-)


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post