Berkarir Di Dunia Perwarnetan, Mungkinkah?

10 Sep 2013

Bekerja di WARNET sudah biasa dipandang sebelah mata. Selain gajinya kecil, pekerjaannya pun dianggap tidak menantang dan tidak memerlukan kemampuan yang tinggi dan dapat dikerjakan sambil lalu.

Namun, benarkah demikian adanya?

Sungguhkah tak ada jenjang karir?

Well, sekilas MUNGKIN memang sepele.

Ah, cuma gitu kerjanya, bikin billing doang mah gampil … ?

Ngeprint? Kecil ….

Scan? Apalagi itu, cuma masukkan kertas, selesai deh.

Ya! Memang demikian sederhana pekerjaannya, sehingga sudah terbentuk image bahwa bekerja di warnet maka tamatlah riwayatmu :D Terkungkung di dalam pekerjaan yang itu ke itu saja setiap hari, dan sangat mungkin kebosanan akan mendera, membuat semangat kerja pun menguap tanpa sempat mengingat kapan terakhir semangat itu ada.

Namun, sekali lagi, betulkah begitu faktanya?

TENTU TIDAK!

Dengan bekerja di warnet, langkah awal memang menjadi operator, namun selanjutnya semua kembali pada diri anda sendiri. Apakah anda ingin meningkatkan kemampuan menjadi teknisi? Atau belajar mengelola sebuah warnet? Tapi ingat, 2 posisi ini tentu saja tidak semudah anda memesan sepiring nasi goreng, yang anda percaya begitu saja pada si penjual, entah rasanya enak atau tidak, urusan belakang. Pokoknya percaya saja, toh kalaupun nanti gak enak, besok tinggal beli di tempat lain. Bebas.

Untuk berada di 2 posisi tadi, membutuhkan RASA SALING PERCAYA YANG TINGGI, khususnya dari pihak pemilik. Kepercayaan harus dibangun, dan untuk membangunnya jelas membutuhkan WAKTU yang tidak sebentar. Pemilik akan memantau seberapa besar si pekerja dapat dipercaya dan diberi tanggung jawab. Kedua belah pihak dengan didasari niat baik, tentunya.

Menjadi TEKNISI, jika belajar dari NOL, dipastikan butuh waktu yang mustahil dalam sekejap langsung bisa. Iya dong, wong yang sekolah (SMK) saja butuh 3tahun kok untuk mengerti hardware dan software. Belum lagi jaringan. Jadi, jika mau memandang dari sisi ini, maka siapapun anda yangtelah menjadi OP saat ini, baiknya bersyukur dan terus mencari peluang untuk meningkatkan kualiltas diri anda. Karena anda telah menerima upah anda sebagai OP, di lain pihak anda pun menimba ilmu GRATIS. Kesempatan terbukanya apa? Jika anda yang sekarang menjadi OP tapi mau mengembangkan diri / membuka diri mempelajari hal2 teknis, jika pemilik usaha tempat anda bekerja sekarang membuka cabang, bukankah anda orang pertama yang akan dipilihnya menjadi penanggung jawab di sana? Bukankah dengan demikian, maka posisi tawar anda akan lebih tinggi daripada menjadi OP? Lagipula, masak sih mau jadi OP selamanya? Kalaupun anda sudah bosan bekerja pada pemilik usaha yang sekarang, toh anda sudah dibekali ilmu, dan anda bisa juga mencari investor yang mau memodali anda, berkaitan dengan bekal ilmu yang telah melekat pada diri anda.

Menjadi PENGELOLA WARNET, ini lebih kompleks ruang lingkup pekerjaannya. Belajar tentang manajemen yang kalau kuliah itu butuh 4 tahun lho. Sementara anda, dapat mempelajarinya sambil bekerja menjadi OP, tanpa harus keluar biaya lagi. Seseorang yang diberikan tanggung jawab sebagai pengelola warnet, yang tanggung jawabnya hanya setingkat di bawah pemilik usaha.

Apalagi jika anda punya kemampuan marketing yang mumpuni, bukan tidak mungkin anda kelak dapat melamar menjadi seorang MANAGER di sebuah warnet yang lumayan besar. Bagaimana kalau saya tidak mempunya ilmu marketing? yaaah … semua dapat dipelajari. Sebelum mencapai tahapan itu, toh anda bisa belajar dari banyak sumber, entah offline atau on line, itu namanya proses pembekalan diri. Untuk level manager ini, terakhir itu saya baca kesaksian sang manager itu penghasilannya mencapai 40% dari omset warnet yang dikelolanya lho. Masuk di akal jika si pemilik sama sekali tidak mau tahu alias cuma mau terima bersih, layaknya rumah makan padang, yang memang mengatur pembagian hasil 40:60 antara pemilik dan karyawannya. Tentunya jika sudah sampai pada tahapan ini, tanggung jawabnya semakin tinggi, terutama bagaimana meningkatkan traffik pengunjung, karena sangat berkaitan dengan perolehannya setiap bulan yang sangat tergantung pada omset yang telah ditargetkan oleh sang pemilik modal.

Jadi, jangan pernah memandang kecil terhadap satu pekerjaan, karena dalam bidang apapun kita bekerja, yang terutama bukan APA PEKERJAANNYA, tapi kredibilitas kita sebagai pekerja yang harus kita tunjukkan seberapa piawai kita menguasai pekerjaan yang dipercayakan pada kita tsb.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post