Duka Mereka Tanggung Jawab Siapa?

9 Sep 2013

Blog nicamperenique.me sedang tidak bisa diakses. Mau tak mau harus menunggu rupiah menguat baru deh mampu beli $$ untuk bayar hosting. Ahhh …. tapi kapan coba?

Padahal ini mau menulis tentang KECELAKAAN yang mengakibatkan meninggalnya orang lain, dan pelakunya anak kecil. Di sana saya pernah menulis tentang hal ini, tentang kekawatiran saya, dan ndilalahnya kok terjadi juga, walaupun pelakunya berbeda. Dan karena momennya bertepatan begini, saya sempatkan bicara dengan kawan saya itu, agar dia lebih ketat memberikan ijin kepada anaknya soal mengendarai mobil.

Eh malah bilang, lagi mau bikin SIM, lagian umur 17 itu udah boleh kok bawa mobil. Ahhh ….

Sepertinya pemerintah harus mengkaji ulang tentang batasan usia yang boleh bawa mobil. Mungkin dimulai dari usia 21tahun? Lebih matanya sepertinya. Tapi entahlah, adakah pemerintah sempat mengurusi ini? Sambil menunggu sinyal positif dari pemerintah, kenapa tidak kita para orang tua yang memulai?

Jika KAK SETO bilang anak di bawah 17tahun impulsif kalau menyetir mobil, saya malah berani bilang sudah 17an pun masih impulsif. Lihat saja, bagaimana anak-anak kelas 3 SMA yang notabene rata-rata berusia 17tahun belum pandai mengambil keputusan untuk dirinya sendiri. Kalaupun sampai tetap menginginkan si anak memiliki SIM, bolehlah, namun jangan pernah biarkan mereka mengendarai sendiri tanpa pendampingan dari orang tua. Jika usianya sudah menginjak 21, saya kira sudah cukup matang ya …

Entahlah apakah kata-kata yang saya sampaikan dapat diterima atau tidak. Tetapi yang jelas, jika hal tersebut terjadi pada saya, entah sebagai korban ataupun pelaku, pasti sangat menyakitkan. Sebagai pelaku pun, bagaimana rasa bersalah itu akan menghantui seumur hidup karena kelalaian sendiri telah menghilangkan nyawa orang lain. Telah membuat beberapa keluarga menderita kehilangan orang-orang yang mereka sayangi. Tidak usah kita bicara kerugian materi, tapi rasa kehilangan itu saja, takkan terbandingkan dengan RUPIAH.

Semoga saja, dengan kejadian ini, semakin banyak orang tua yang semakin disiplin mendidik anak-anak mereka, agar tidak mengikuti saja kemauan si anak. Sedikitkeluar ekstra uang untuk ongkos taxi saya kira masih jauh lebih menenangkan yah … well, semua tentunya kembali pada keluarga masing-masing.

Turut berduka cita mengenang orang-orang yang menjadi korban, dan semoga keluarga mereka diberi kekuatan serta ketabahan yang luar biasa. Tuhan memberkati kita semua, aamiin!


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post